Category:
Movies
Genre:
Romance
===========================Directed by : Wayne WangCast : Jennifer Lopez, Ralph Fiennes,Natasha R, Bob Hoskins, Tyler G PoseyStudio : Columbia Picture===========================
A Prety Woman From Bronx And A Senator Sedikit Berceloteh :
Lagi-lagi kisah antara orang tua dan anak, namun dalam Maid In Manhattan kisah itu dikemas dengan romantis. Aku juga sangat menyukai film-film sejenis ini. Film romantis lain seperti What Woman Want, Notting Hill, Prety Woman, Never Been Kisses dan masih banyak lagi. Semuanya kisah romantis yang menghibur.
Jalan cerita Maid In Manhattan :
Aku jauh menyukai J-Lo ketika berakting ketimbang menyanyi. Hehehe, mungkin ini karena hanya sedikit lagu-lagunya yang aku tahu. Tapi kalau dalam berakting, aku sudah menyukai cewek latin ini ketika bermain dalam Anaconda, dan semakin suka ketika ia memerankan wanita pemberani dalam Enough.
Kali ini ia kembali menjadi seorang ibu dari seorang bocah tampan bernama Ty Ventura yang diperankan dengan cerdas oleh Tyler Posey (yang pernah bermain di Collateral Damage bersama Arnold Schwarzeneeger). J-Lo berperan sebagai Marisa, seorang Single Mother yang bekerja sebagai petugas kebersihan disebuah hotel bintang lima bernama Berestford (nama fiktif dari hotel Waldroft Astoria) di Park Avenue, Manhattan.
Kehidupan Marisa sebetulnya biasa-biasa saja, namun ia memiliki tekat yang kuat untuk merubah nasipnya. Makanya ia bekerja dengan sangat baik. Pada suatu waktu ia berada dalam keisengan teman sekerja yang menyuruhnya memakai pakaian seharga US$ 5000, milik tamu Hotel. Ia tidak sengaja bertemu dengan seorang senator bernama Christopher Marshall yang datang bersama Ty anaknya untuk meminta izin pergi ketaman bersama anjing sang senator.
Ty sendiri tidak sengaja bertemu dengan Senator ketika berada didalam lift. Christ langsung menyukai Ty dikarenakan minatnya yang besar terhadap presiden Nixon. Dalam kondisi yang terjebak dan dorongan temannya, akhirnya Marisa, Ty dan Christ berjalan bersama-sama. Adegan lucu terjadi ketika Marisa harus kucing-kucingan dari semua orang yang mengenalnya. Ia tidak ingin ketahuan telah memakai pakaian milik tamu, yang apabila ketahuan akan menamatkan kariernya.
Selama berjalan-jalan ia bertingkah sangat anggun dan berhati-hati. Sebetulnya hal ini ia lakukan agar baju yang ia kenakan tidak rusak dan kotor. Misalnya ketika senator mengajaknya duduk di kursi taman, Marisa terlebih dahulu memakai sebuah majalah sebagai alas duduk, dan betapa kagetnya karena cover majalah tersebut adalah wajah Christ.
Masalah akhirnya muncul ketika senator mengirim undangan khusus ke kamar (yang dikiranya) menjadi tempat menginap Carissa. Si penginap asli, Caroline Line (Natasha Richardson) tentu saja menjadi girang. Christ yang merasa undangannya salah sasaran, berusaha untuk mencari Marisa. Malang bagi Marisa karena pada akhirnya, perbuatannya memakai barang milik tamu diketahui oleh Caroline. Caroline yang iri akhirnya berhasil membuat Marisa dipecat padahal selangkah lagi ia akan diangkat menjadi kepala bagian Housekeping.
Namun bukan kisah romantis apabila tidak berakhir dengan Happy Ending. Berkat Ty yang cerdas, akhirnya Christ sadar bahwa Marisalah wanita yang ia cintai.
Maid In Manhattan memang bukan film paling romantis bikinan Hollywood, apalagi hal ini sangat bersifat subjektif. Namun melihat J-Lo berakting menjadi pelayan, dan melihat si Voldemort Ralph Fiennes beradu akting, adalah satu hal yang menarik tersendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar